Kamis, 08 November 2018

Proses Perbaikan Jalur KA Bandung-Cianjur Terkini

Proses perbaikan jalur kereta api (KA) Bandung-Cianjur yang selama ini mati suri sudah dilakukan. Ditargetkan, jalur baja bagian selatan itu sudah bisa digunakan pada akhir 2019.

"Mulai Juni lalu, secara bertahap, jalur penghubung dari ibukota ke Bandung itu tengah dikerjakan," kata Jubir PT KAI Daop II Bandung, Joni Martinus, Senin (9/7).
Menurut dia, pengerjaan itu memfokuskan pada perbaikan trek termasuk titik-titik yang dianggap riskan bagi perjalanan KA mengingat perkembangan sarana dan prasarana.
Titik rawan seperti tanjakan dan belokan serta kekuatan jembatan di antaranya melintas Sungai Citarum, karena jalur Bandung-Cianjur berada di perbukitan, masuk dalam program prioritas revitalisasi infrastruktur angkutan jalur baja itu. 
"Perubahan itu di antaranya mencakup perubahan tipe rel yang lebih besar, hingga rekayasa lengkung trek untuk mengakomodir besaran gerbong saat ini, tanah trek juga dipadatkan," tandasnya.
Proyek tersebut menjadi tanggung jawab Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Rehab itu dilakukan secara bertahap. PT KAI hanya sebatas memberikan dukungan supaya pelaksanaan itu berjalan lancar.
Tahap awal, Satker bakal membereskan lintas Ciranjang-Cianjur sebelum menuntaskan lintas Ciranjang-Padalarang. Peran PT KAI sebatas mendukung penuh supaya program tersebut berjalan lancar.
Menurut Joni, langkah itu diharapkan dapat menjawab harapan masyarakat yang sudah lama memendam keinginan hadirnya angkutan di jalur Bandung-Cianjur. Kehadirannya diyakini bakal lebih menggerakan roda ekonomi masyarakat di kedua kota.
"Bagi kami, jalur tersebut bakal menghadirkan alternatif penyediaan angkutan ke Jakarta. Tak hanya dari Purwakarta, tapi juga bisa dari Bandung-Cianjur-Sukabumi-Bogor-Jakarta," tandasnya

Rel Mati Cianjur-Padalarang dan Rangkasbitung-Lebak akan Diaktifkan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan fokus menyelesaikan perbaikan jalur kereta api (KA) peninggalan Belanda atau reaktivasi di dua ruas, yakni jalur rel Cianjur-Padalarang di Jawa Barat, kemudian Rangkasbitung-Lebak di Banten.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan reaktivasi kedua jalur tersebut sudah dianggarkan dari Kemenhub di tahun depan, sehingga proses pengerjaan fisiknya bisa dilakukan paralel di tahun yang sama. Salah satu jalur tua yang cukup padat namun saat ini kondisinya mati, yakni Cianjur-Padalarang yang bisa menyambungkan Jakarta-Bandung via Bogor. 

"Reaktivasi yang akan kita lakukan, yang sudah akan menjadi anggaran APBN ada 2 tempat, dari Sukabumi ke Bandung. Itu akan kita fungsikan lagi sehingga nanti dari Bogor ke Sukabumi, bisa ke Padalarang dan Bandung," kata Budi ditemui di sela kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Senin (01/01/2017).

Jalur rel mati kedua yang jadi fokus program reaktivasi tahun depan, sambung Budi, yaitu ruas Rangkasbitung hingga Lebak, tepatnya ke Bayah di pesisir Selatan Banten. Sementara jalur reaktivasi lain di Jawa dan Sumatera bisa tetap dijalankan di tahun depan, namun masih menunggu sejumlah kajian. 

"Yang kedua (reaktivasi) kita ada di daerah Lebak dari Jakarta ke Cisauk sampai ke Lebak. Tahun depan sudah kita mulai, yang lain PT KAI sedang usulkan ada beberapa termasuk diantaranya (Bandung ke) Ciwidey, itu (usul) KAI, sama dari Tasikmalaya ke Pangandaran, itu akan diusulkan (Kementerian) BUMN," jelas Budi. 


Sebagai informasi, jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang merupakan jalur lawas yang dibangun Belanda pada 1884 atau saat era tanam paksa. Saat ini pembangunan reaktivasi sudah dilakukan, dan dilanjutkan di tahun 2018. 

Saat ini, jalur di Selatan Jabar tersebut hanya menyambungkan Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sementara jalur rel dari Cianjur ke Padalarang sejauh sekitar 40 km berstatus mati. Sementara jalur Rangkasbitung-Lebak merupakan jalur peninggalan Belanda sepanjang 56 km. Kedua jalur tersebut kemudian dimatikan seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor. 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kemenhub, memang berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) sejumlah rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura. Selama ini rel kereta peninggalan Belanda tak lagi berfungsi alias mati.

0 komentar:

Posting Komentar

Inovasi Cianjur

Diberdayakan oleh Blogger.

Inovasi Untuk Cianjur Smart City Jago