Cianjur Jago

Sabtu, 10 November 2018

ARTI DARI SLOGAN CIANJUR JAGO

ARTI DARI SLOGAN CIANJUR JAGO

Akhir-akhir ini Daerah Cianjur diwarnai dengan kata “CIANJUR JAGO”. Dari mulai kaos, mug, kalendar bahkan sampai mobil pun dihiasi logo seperti diatas.
Ayam jago merupakan ikon Kabupaten Cianjur. Ditambah dengan 3 pilarnya yaitu maos, mamaos dan maenpo.

Banyak orang yang belum tahu apa makna dari logo tersebut
Dilansir dari sebuah sosial media dengan nama irm_institute berikut makna nya :

“Jago” dalam kamus bahasa Indonesia berarti,
            1.      ayam jantan,
      2.   calon utama,
            3.      orang yg terkemuka; pemuka; penganjur:
4.   juara; kampiun.

di atas rata-rata, mempunyai keunggulan, memiliki sifat kuat, tahan banting, berkarakter, serta memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan, sekaligus memiliki sikap cepat, cermat, dan inovatif dalam merespon keadaan.
Sedangkan ‘Jagoan’ adalah orang yang memenangkan perlombaan, atw bisa mengalahkan lawan, menegakan keadilan, serta manusia unggulan yang dijadikan tumpuan serta panutan bagi kaum lemah dalam menghadapi segala tantangan.
Jagoan pasti mengandung makna fisik, psykis, sosiologis, atau bahkan politis.
Menafsir kata ‘Jago’ secara filosofis dlm konteks Ke-Cianjuran, bisa kita lihat dalam 3 pilar budaya adiluhung yakni ‘ngaos, mamaos, dan maenpo’.
Kondisi masyarakat cianjur yang tergambar dari 3 pilar budaya tersebut, menunjukan keseimbangan antara olah jiwa, olah rasa, dan olah raga.
Keseimbangan tersebut tercermin dari masyarakat nya yang ramah, tenggang rasa, toleran, saling membantu, menjungjung tinggi keindahan,
pelestari alam, pekerja keras dan memiliki ketaatan terhadap ajaran agama.

Slogan ‘CIANJUR JAGO’ bisa di tafsir juga dalam konteks ekonomi, paradigma yg dipakai bisa mengunakan parameter yang terukur serta bisa tercermin dari kondisi sosial masyarakatnya.

IRM berupaya makasimal mengejar target peningkatan daya beli, rata rata pendapatan rumah tangga, pemerataan pendapatan,erapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi Cianjur yg meningkat dari tahun ke tahun.Data BPS memperlihatkan, penyumbang terbesar terhadap PDRB Cianjur adalah sektor pertanian, lalu perdagangan, parawisata(hotel dan restoran), jasa-jasa dll.

Melihat kondisi di atas, perbaikan infrastruktur merupakan hal prioritas.Infrastuktur jalan yang baik bisa memudahkan, mempercepat, dan menghubungkan sentra produksi ke pasar. dg jalan yang baik juga bisameningkatkan kunjungan dan membuka destinasi wisata baru.

Bidang insfraturktur lain misalnya perbaikan irigasi dan pembuatan embungjuga bisa membantu produktifitas hasil pertanian meningkat.Peran pemerintah juga sangat besar terhadap pelayanan dan penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Pendidikan dan kesehatan adalah penopang dari sumber daya manusia yang unggul. Menekan angka kematian ibu hamil dan balita atau angka harapan hidup (AHH), penyediaan dan pemerataan faskes sampai ke pelosok
adalah upaya untuk menikatkan kualitas hidup masyarakat.

Di bidang pendidikan IRM konsern terhadap isu startegis soal Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), indicator itulahyg dijadkan acuan terhadap kinerja pelayanan pendidikan, selain pemerataan fasilitas serta akses pendidikan.

Di bidang sosial keagamaan, sedang di galakan berbagai gerakan melalui berbagai program untuk me Refresh pemahaman dan meningkatkan kembali semangat keberagamaan.

Jadi slogan ‘CIANJUR JAGO’ yang sedang digelorakan bukan slogan tanpa makna, tetapi pesan yg dijadikan sumber inspirasi bagi aparaturmemperbaiki kinerja pelayanan serta sumber inspirasi masyarakat untuk melakukan hal yang terbaik demi Cianjur yang lebih maju dan agamis.

Kamis, 08 November 2018

gelanggang generasi muda cianjur

gelanggang generasi muda cianjur

  1. HOBIKU.NET adalah portal media yang memberikan informasi peminat Hobi, Komunitas dan Pop Culture, Event Terbaru serta artikel unik dan menarik lainnya
  2. Apa kamu menyukai kecepatan? Jika ya, naiklah ke atas motor ini dan lihat apakah kamu mampu melewati semua pos lapor di jalan tol yang padat ini.
  3. Tanjak, tengkolok atau destar adalah salah satu busana pada bahagian kepala lelaki Melayu yang sering dikaitkan dengan istana, kepahlawanan dan dipakai dalam pelbagai ...
  4. KEHIDUPAN RASUL PAULUS Daftar Isi : Bab I. LATAR BELAKANG DAN PERTOBATAN RASUL PAULUS 1. Penduduk Asli Tarsus 2. Pendidikan Paulus 3. Kembali ke Tarsus
  5. Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang ...
  6. Teknologi telekomunikasi atau biasa juga disebut telekomunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Teknologi inilah yang memungkinkan ...
  7. Fishbone diagram (diagram tulang ikan -- karena bentuknya seperti tulang ikan) sering juga disebut Cause-and-Effect Diagram atau Ishikawa Diagram diperkenalkan oleh ...

gelanggang generasi muda cianjur

Gelanggang Generasi Muda Cianjur


  1. HOBIKU.NET adalah portal media yang memberikan informasi peminat Hobi, Komunitas dan Pop Culture, Event Terbaru serta artikel unik dan menarik lainnya
  2. Apa kamu menyukai kecepatan? Jika ya, naiklah ke atas motor ini dan lihat apakah kamu mampu melewati semua pos lapor di jalan tol yang padat ini.
  3. Tanjak, tengkolok atau destar adalah salah satu busana pada bahagian kepala lelaki Melayu yang sering dikaitkan dengan istana, kepahlawanan dan dipakai dalam pelbagai ...
  4. KEHIDUPAN RASUL PAULUS Daftar Isi : Bab I. LATAR BELAKANG DAN PERTOBATAN RASUL PAULUS 1. Penduduk Asli Tarsus 2. Pendidikan Paulus 3. Kembali ke Tarsus
  5. Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang ...
  6. Teknologi telekomunikasi atau biasa juga disebut telekomunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Teknologi inilah yang memungkinkan ...
  7. Fishbone diagram (diagram tulang ikan -- karena bentuknya seperti tulang ikan) sering juga disebut Cause-and-Effect Diagram atau Ishikawa Diagram diperkenalkan oleh ...

Proses Perbaikan Jalur KA Bandung-Cianjur Terkini

Proses Perbaikan Jalur KA Bandung-Cianjur Terkini

Proses perbaikan jalur kereta api (KA) Bandung-Cianjur yang selama ini mati suri sudah dilakukan. Ditargetkan, jalur baja bagian selatan itu sudah bisa digunakan pada akhir 2019.

"Mulai Juni lalu, secara bertahap, jalur penghubung dari ibukota ke Bandung itu tengah dikerjakan," kata Jubir PT KAI Daop II Bandung, Joni Martinus, Senin (9/7).
Menurut dia, pengerjaan itu memfokuskan pada perbaikan trek termasuk titik-titik yang dianggap riskan bagi perjalanan KA mengingat perkembangan sarana dan prasarana.
Titik rawan seperti tanjakan dan belokan serta kekuatan jembatan di antaranya melintas Sungai Citarum, karena jalur Bandung-Cianjur berada di perbukitan, masuk dalam program prioritas revitalisasi infrastruktur angkutan jalur baja itu. 
"Perubahan itu di antaranya mencakup perubahan tipe rel yang lebih besar, hingga rekayasa lengkung trek untuk mengakomodir besaran gerbong saat ini, tanah trek juga dipadatkan," tandasnya.
Proyek tersebut menjadi tanggung jawab Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Rehab itu dilakukan secara bertahap. PT KAI hanya sebatas memberikan dukungan supaya pelaksanaan itu berjalan lancar.
Tahap awal, Satker bakal membereskan lintas Ciranjang-Cianjur sebelum menuntaskan lintas Ciranjang-Padalarang. Peran PT KAI sebatas mendukung penuh supaya program tersebut berjalan lancar.
Menurut Joni, langkah itu diharapkan dapat menjawab harapan masyarakat yang sudah lama memendam keinginan hadirnya angkutan di jalur Bandung-Cianjur. Kehadirannya diyakini bakal lebih menggerakan roda ekonomi masyarakat di kedua kota.
"Bagi kami, jalur tersebut bakal menghadirkan alternatif penyediaan angkutan ke Jakarta. Tak hanya dari Purwakarta, tapi juga bisa dari Bandung-Cianjur-Sukabumi-Bogor-Jakarta," tandasnya

Rel Mati Cianjur-Padalarang dan Rangkasbitung-Lebak akan Diaktifkan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan fokus menyelesaikan perbaikan jalur kereta api (KA) peninggalan Belanda atau reaktivasi di dua ruas, yakni jalur rel Cianjur-Padalarang di Jawa Barat, kemudian Rangkasbitung-Lebak di Banten.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan reaktivasi kedua jalur tersebut sudah dianggarkan dari Kemenhub di tahun depan, sehingga proses pengerjaan fisiknya bisa dilakukan paralel di tahun yang sama. Salah satu jalur tua yang cukup padat namun saat ini kondisinya mati, yakni Cianjur-Padalarang yang bisa menyambungkan Jakarta-Bandung via Bogor. 

"Reaktivasi yang akan kita lakukan, yang sudah akan menjadi anggaran APBN ada 2 tempat, dari Sukabumi ke Bandung. Itu akan kita fungsikan lagi sehingga nanti dari Bogor ke Sukabumi, bisa ke Padalarang dan Bandung," kata Budi ditemui di sela kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Senin (01/01/2017).

Jalur rel mati kedua yang jadi fokus program reaktivasi tahun depan, sambung Budi, yaitu ruas Rangkasbitung hingga Lebak, tepatnya ke Bayah di pesisir Selatan Banten. Sementara jalur reaktivasi lain di Jawa dan Sumatera bisa tetap dijalankan di tahun depan, namun masih menunggu sejumlah kajian. 

"Yang kedua (reaktivasi) kita ada di daerah Lebak dari Jakarta ke Cisauk sampai ke Lebak. Tahun depan sudah kita mulai, yang lain PT KAI sedang usulkan ada beberapa termasuk diantaranya (Bandung ke) Ciwidey, itu (usul) KAI, sama dari Tasikmalaya ke Pangandaran, itu akan diusulkan (Kementerian) BUMN," jelas Budi. 


Sebagai informasi, jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang merupakan jalur lawas yang dibangun Belanda pada 1884 atau saat era tanam paksa. Saat ini pembangunan reaktivasi sudah dilakukan, dan dilanjutkan di tahun 2018. 

Saat ini, jalur di Selatan Jabar tersebut hanya menyambungkan Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sementara jalur rel dari Cianjur ke Padalarang sejauh sekitar 40 km berstatus mati. Sementara jalur Rangkasbitung-Lebak merupakan jalur peninggalan Belanda sepanjang 56 km. Kedua jalur tersebut kemudian dimatikan seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor. 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kemenhub, memang berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) sejumlah rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura. Selama ini rel kereta peninggalan Belanda tak lagi berfungsi alias mati.

Rabu, 07 November 2018

Wisata Cianjur City Jago

Wisata Ciajur City Jago


1. Pantai Jayanti

Meski secara topografi didominasi pegunungan, namun bukan berarti Cianjur tidak memiliki keindahan alam pantai yang ditawarkan sebagai destinasi wisata andalannya. Pantai Jayanti merupakan tempat wisata di Cianjur yang menyuguhkan keindahan panorama pantai yang menawan. Ombaknya yang tidak terlalu ganas memungkinkan bagi pengunjung untuk bermain air dan pasir.

Tempat wisata ini terletak di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang berjarak sekitar 140 km dari kota Cianjur.

2. Curug Citambur
Jika tak suka dengan suasana pantai yang cenderung panas, Anda bisa memilih tempat-tempat wisata lain yang menawarkan kesejukan. Salah satunya adalah Curug Citambur. Lokasinya berada di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran. Tempat wisata di Cianjur ini menjadi salah satu yang populer dan digemari oleh wisatawan dari dalam maupun luar kota.
Air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter ini menyajikan keindahan dan juga kenyamanan. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, Anda dapat menikmati perkebunan teh yang indah dan sanggup memberi efek relaks.
3. Taman Bunga Nusantara
Taman Bunga Nusantara merupakan tempat wisata di Cinajur yang sudah cukup lama berjalan. Bisa dikatakan, salah satu tempat favorit untuk dikunjungi. Lokasinya mudah dijangkau, tidak heran banyak pengunjung dari Cianjur dan juga dari DKI Jakarta yang datang kesini


Info selengkapnya tentang tempat wisata di Cianjur ini bisa anda lihat di Review Taman Bunga Nusantara.

4. Air Terjun Cibeureum
Air Terjun Cibeureum
Tak kalah cantik dengan Curug Citambur, air terjun Cibeureum juga layak masuk dalam daftar destinasi wisata Anda. Berada di kawasan Cibodas, air terjun dengan ketinggian sekitar 50 meter ini juga menyuguhkan pemandangan alam yang elok dan mengesankan. Tempat wisata diCianjur ini menjadi salah satu lokasi endemis berkembangnya lumut merah.

5. Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Ini dia tempat wisata di Cianjur yang paling terkenal, Kebun Raya Cibodas. Keindahan alam yang tersaji di tempat ini menjadikan setiap pengunjung betah untuk berlama-lama menikmatinya. Untuk menggambarkan keindahannya, tak sedikit yang beranggapan bahwa Cibodas merupakan bagian dari surga.

Kebun Raya Cibodas berada di Desa Rarahan, Kecamatan Cimacan, Cianjur yang berjarak kurang lebih 86 km dari Jakarta. Hawa sejuk yang senantiasa menyelimuti kawasan ini dipengaruhi oleh letak Cibodas yang berada di ketinggian 1.500 mdpl.
Lihat juga: rekomendasi tempat wisata di Bandung lengkap

6. Gunung Gede

Gunung GedeSatu lagi tempat wisata di Cianjur yang populer di kalangan traveller baik dalam maupun luar kota, yakni Gunung Gede. Berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Gunung Gede sering kali menjadi destinasi wisata alam, terutama bagi para pecinta alam yang senang melakukan pendakian gunung.

Dengan ketinggian sekitar 1.000 hingga 3.000 mdpl, kawasan Gunung Gede memiliki suhu rata-rata mencapai 18oC pada siang hari, sedangkan pada malam hari bisa mencapai 5oC. Oleh sebab itu, pastikan Anda menggunakan baju tebal jika ingin menikmati masa liburan di tempat ini.

7. Telaga Biru

Telaga Biru gunung gede
Telaga Biru merupakan salah satu tempat wisata di Cianjur yang digemari oleh wisatawan ketika mengunjungi Taman Nasional Gunung Gede. Air danau yang berwarna kebiruan karena tertutup oleh ganggang biru menjadi alasan penamaan tempat wisata ini.
Keindahannya mempesona apalagi ketika musim hujan tiba.

8. Alun-alun Suryakencana

Alun-alun Suryakencana gunung gede
Keindahan tempat wisata di Cianjur yang satu ini pantang untuk dilewatkan. Hamparan bunga edelweiss menjadi daya tarik utama dari Alun-alun Suryakencana yang memiliki luas area 50 hektar ini.
Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede, yang berjarak kurang lebih 11 km dari Cibodas.




9. Gunung Padang

Gunung PadangGunung Padang menjadi tempat wisata diCianjur lain yang asyik untuk berlibur. Lokasinya berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur. Daya tarik utama dari tempat wisata ini merupakan peninggalan sejarah purbakala berupa punden berundak yang luas bangunannya mencapai 900 m2. Tempat wisata ini merupakan situs megalitik yang dipercaya masih menyimpan banyak benda-benda purbakala yang tertimbun di bawahnya.

10. Sungai Cikundul

Sungai Cikundul cianjur
Ingin berwisata sambil memacu adrenalin? Sungai Cikundul bisa menjadi pilihan. Sungai dengan arus yang deras ini digunakan sebagai wahana arung jeram yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Tak heran jika sungai ini menjadi salah satu primadona tempat wisata di Cianjur yang banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar kota.


Jalur arung jeram sungai ini sepanjang 7 km. Meski lokasi jeram cukup ekstrim dengan arus sungai yang deras, namun Anda tidak perlu khawatir karena kegiatan arung jeram didampingi tim instruktur yang telah berpengalaman dan profesional.

11. Kota Bunga Cipanas Cianjur

Kota Bunga cianjurNah ini dia tempat wisata di Cianjur yang menjadi idaman banyak keluarga. Kota Bunga menawarkan beragam wahana bermain untuk menghibur dan memberikan kepuasan kepada setiap pengunjungnya. Satu yang unik di tempat wisata ini adalah keberadaan “Little Vience” atau replika kota Venesia. Di sini, Anda bisa mengelilingi wahana menggunakan kano.

Selain itu, tersedia pula arena bermain untuk anak-anak yang pastinya aman. Bagi Anda yang senang berkuda, Anda pun bisa menikmati hobi tersebut di tempat ini.

12. The Jhon’s Aquatic Resort Cianjur

The Jhon's Cianjur Aquatic ResortTempat wisata di Cianjur yang satu ini menawarkan keasyikan permainan air, seperti waterball, boat lagoon, dan lainnya. Selain itu, juga tersedia permainan seperti ATV, trampoline, flying fox, dan menunggang kuda.


Tempat wisata ini berada di Jl. Desa Babakan Karet, Kp. Tangkil, Kawasan Hutan Kota Cianjur, Panembong, Kecamatan Cianjur.

13. Arena Fantasi Kota Bunga Cipanas

Kota Bunga cianjurArena Fantasi Kota Bunga Cipanas menjadi tempat wisata di Cianjur lainnya yang asyik untuk menemani hari libur Anda dan keluarga. Banyak wahana permainan yang tersedia di tempat ini, seperti bumper car, rio grande atau kereta mini, jet fighter, mobil antik, bumper boat, venture river, tic-tac wheel, dan lain sebagainya.
Tempat wisata ini cocok sebagai destinasi liburan keluarga. Adapun lokasinya berada di Villa Kota Bunga, tepatnya Puncak Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Cianjur.

14. Tirta Jangari

Tirta Jangari cianjur
Lokasinya berada di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Cianjur. Tirta Jangari menawarkan keindahan panorama alam dan air waduk Cirata. Tempat wisata di Cianjur ini cocok sekali untuk refreshing dan bersantai melepas kepenatan rutinitas sehari-hari.


Tak hanya itu, tempat wisata ini juga menyuguhkan wisata kuliner khas Cianjur berupa nasi liwet, sambel dadak plus lalapan dan ikan bakar. Sungguh menggugah selera, apalagi dinikmati di warung terapung yang berada di tengah-tengah kolam.

Daftar Kecamatan Cianjur City Jago

Daftar Kecamatan Cianjur City Jago


Cianjur pertama kali didirikan oleh Aria Wirata Nudatar dalam legenda masyarakat Cianjur, Kanjeng Dalem Aria wiratnudatar ini adalah Dalem (Bupati) petama sekaligus juga sebagai penyebar Agama Islam di Cianjur. Makam pendiri Cianjur saat ini sering dikunjungi oleh orang-orang baik dari dalam Kabupaten Cianjur maupun sekitarnya. Cianjur juga terkenal dengan manisan, beras yang wangi dan pulen dan juga makanan ringan lainnya, juga terkenal dengan tauco. Cianjur berhawa dingin disebelah utara dan sedang di sebelah selatan. Di sebelah utara berbatasan dengan Bogor, di selatan dengan Samudra Indonesia, di barat berbatasan dengan Sukabumi, di timur dengan Bandung dan Garut, dan di timur laut dengan Purwakarta. Di dalam daerah Cianjur terdapat Kota Bunga yang sering dikunjungi warga Jakarta untuk melepas lelah.
Salah satu istana keperesidenan terletak di Cianjur tepatnya di Cipanas, kecamatan di Cianjur terdiri dari. Cikadu,Sukaresmi,pagelaran, Cilaku, Warungkondang, Mande, Karang Tengah, Pacet, Cikalong Kulon, Cidaun, Sindang Barang, Naringgul, Cibeber, Campaka, Ciranjang, Bojongpicung, Sukanagara, dan Tanggeung.

kecamatan dengan kode pos.

KecamatanKode PosKecamatanKode PosKecamatanKode PosKecamatanKode PosKecamatanKode PosKecamatanKode Pos
Agrabinta43273Bojongpicung43283Campaka43263Campaka Mulya43269Cianjur43215 - 43216Cibeber43262
Cibinong43271Cidaun43275Cijati43284Cikadu43284Cikalongkulon43291Cilaku43285
Cipanas43253Ciranjang43282Cugenang43252Gekbrong43256Haurwangi43282 - 43283Kadupandak43268
Karangtengah43281Leles43273Mande43292Naringgul43274Pacet43253 - 43281Pagelaran43266
Pasirkuda43266 - 43267Sindangbarang43272Sukaluyu43284Sukanagara43264Sukaresmi43254Takokak43265
Tanggeung43267Warungkondang43261

Cianjur dikenal dan lekat dengan pameo ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit ( berasal )dari tatar Cianjur. Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat.

Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa.

Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%.

Secara administratif Pemerintah kabupaten Cianjur terbagi dalam 32 Kecamatan, dengan batas-batas administratif :

Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.
Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.
Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
 
 
Secara geografis , Kabupaten Cianjur dapat dibedakan dalam tiga wilayah pembangunan yakni wilayah utara, tengah dan wilayah selatan.

 WILAYAH UTARA
Meliputi 16 Kecamatan : Cianjur, Cilaku, Warungkondang,Gekbrong, Cibeber, Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, Mande, Cikalongkulon, Cugenang , Sukaresmi, Cipanas, Pacet dan Haurwangi.

 WILAYAH TENGAH
Meliputi 9 Kecamatan : Sukanagara, Takokak, Campaka, Campaka Mulya, Tanggeung, Pagelaran, Leles, Cijati dan Kadupandak.

 WILAYAH SELATAN
Meliputi 7 Kecamatan : Cibinong, Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun , Naringgul, Cikadu dan Pasirkuda.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi. Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.

Kecuali di Kecamatan Pacet dan Sukanagara. Di kedua Kecamatan ini, didominasi oleh tanaman sayuran dan tanaman hias. Dari wilayah ini pula setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke Jabotabek.

Pengembangan usaha perikanan air tawar dan laut di Kabupaten Cianjur cukup potensial. Baik untuk usaha berskala kecil maupun besar. Beberapa faktor pendukungnya adalah : jumlah penduduk yang relatif besar serta tersedianya lahan budi daya ikan air tawar dan ikan laut. Usaha pertambakan ikan dan penagkapan ikan laut memiliki peluang besar di wilayah Cianjur selatan, khususnya di sepanjang pantai Cidaun hingga Agrabinta. Di wilayah ini, mulai dirintis dan di kembangkan pertambakan budi daya udang. Sedangkan budi daya ikan tawar terbuka luas di cianjur utara dan cianjur tengah. Di wilayah ini terdapat budi daya ikan hias, pembenihan ikan, mina padi, kolam air deras dan keramba serta usaha jaring terapung di danau Cirata, yang sekaligus merupakan salah satu obyek wisata yang mulai berkembang.

Sementara itu , potensi perkebunan di Kabupaten Cianjur cukup besar dimana sekitar 19,4 % dari seluruh luas merupakan areal perkebunan . Selama in dikelola oleh Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 10.709 hektar, Perkebunan Besar Swasta (PBS) sekitar 20.174 hektar dan Perkebunan Rakyat (PR) seluas 37.167 hektar. Peningkatan produksi perkebunan, terutama komoditi teh cukup baik. Produktivitas teh rakyat mampu mencapai antara 1.400 - 1.500 kg teh kering per hektar. Sedangkan yang di kelola oleh perkebunan besar rata-rata mencapai di atas 2.000 kg per hektar.

 
 
SEJARAH
 
 
 Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber - sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kuku-kunya di tanah nusantara.Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).